Seorang dokter gigi

Weit, aneh y abaca judul postingan kali ini? Oke, aq nulis ini karena terinspirasi kejadian 8/1/09 di RS GIGI UGM. (prasaan disana ga terjadi apa-apa deh?)
Emang sih, hari itu g da apa-apa, hanya saja saat ntu seorang ululilmi tidak hanya berkunjung ke RS tersebut, namun juga merasakan scaling gigi disana..
Jadi begini ceritanya, tersebutlah disana calon dokter gigi yang baik hati bernama cDrg Ana. Untuk memenuhi kebutuhan akademisnya, dia harus melewati berbagai kasus mulut mulut manusia, ada yang ompong semua, ada yg gigi super sensitive, ada yang pengeroposan akut, ada yang serangan karang gigi, dan juga ada masalah bau mulut. Bisa dibayangkan profesi mulia itu? Hihihihihiiii….
Woke, kali ini, dia membutuhkan seorang pasien yang memiliki masalah dengan bau mulut, karena itu, dia menghubungiku untuk mencarikan “ahli hisab” untuk dicek terdapat masalah apa aja disana..
Terus… aq nginget-nginget temenq yang sangat ahli merokok adalah dede dan ipung, namun karena lokasinya tak terjangkau, karena itu aq ngubungin Imo (temen KKN ceria). Namun sayang, (Alhamdulillah sih) dia telah memutuskan untuk mengubah arah hidupnya… (stop! Jangan ngelamun yang jorok, dia masih laki-laki kok).
Ternyata, imo telah…. Telah…. telah…. Telah…. telah…. Telah…. telah…. Telah…. (wah, kesuwen!!!!)
Imo telah berhenti merokok. (horeee…. Mari beri tepuk tangan untuk imo!)
Lanjut, aq pn jadi bingung, akhirnya, karena terdorong ingin memeriksakan kesehatan gigi, akupun mengajukan diri.. (?????????) oke..oke, aq tau aq hanya perokok pasif, yaitu seorang perokok yang…. Hanya merokok apabila ditraktir temannya, jadi hanya pasif membeli (Sumber: Ilmi, Ulul.2008.Perokok Pelit:Jakarta).
So, untuk itu, aku langsung bersedia menjadi perokok aktip… ga tanggung-tanggung, aq langsung beli rokok dengan uangku sendiri sebanyak… (map) Cuma 4 biji. Itupun dikritik oleh yang jual:”kok g setengah pak sekalian mas?”. “buat apa mbak? Itu aja ngabisinnya ampe ngeden!” gerutuku,
Oke, saat ntu, mbak ana memintaku untuk dating jam 9 di RSG, dan saat itu, aku langsung di traktir maem dan minum.. (yaiyaDHONG!, masak maem thok! Opo ora ‘kesereden’!, goblok banget sih yang nulis!!) hehehe
Stelah itu,…. Aq dipersilahkan menduduki kursi pasien, dan mulai deh pemerikasaan….
!@#$%^&*())(*&^%$#@#$%^&*()(#@#$%^&*(……)
Nyante aja brow! Ternyata pemeriksaan gigi tu ga serumit yang qt bayangkan, kita Cuma disruh ‘mangap’ santai dan … slesai deh. Wah, baik hati bener kan tu dokter gigi, especially mbak ana.
Woke, setelah 1,5 jam, aq pun melihat hasil rongga mulutku, ternyata, aq memiliki banyak masalah dengan mulutq, yang pertama, terdapat 2 akar gigi yang belum tercabut meski bagian atasnya telah tanggal. Hal ini semula aq anggap sepele, namun ternyata dapat terjadi masalah yang besar di hari tua. Akar gigi yang belum dicabut di bagian bawah dapat dapat mengakibatkan pembusukan yang berimbas pada saraf jantung, akhrinya bisa menyebabkan gangguan jantung, sedangkan yang dibagian atas dapat berakibat pada kanker otak. (ih, ngeri bukan?) lha bagaimana denganku? Yup, sempurna, aku punya 2 akar gigi atas dan bawah. Dan yang bagian atas itu dah g memiliki pondasi, sehingga ntar ni kalo dicabut, harus sedikit ‘membongkar’ gusiku.. (hi… lebih serem yak?)
Woke, masalah yang kedua adalah, karena dah terlalu lama g dicabut, maka gigi sebelah kanan dan kiri akan terlihat miring, karena gigi itu bersifat saling bersandar satu sama lain. Jadi.. gigiku ada yang miring!! (cucian!, pantesan otakq agak miring dikit!). yang ketiga, ada gigi bungsu yang belum terlihat tumbuh! (ni aneh, jadi kalo diitung, gigiku ntar totalnya 31, bukan 32 gigi). Yang keempat, terdapat karang gigi. Alo masalah yang ini, secara umum bisa diatasi oleh dokter gigi.
Setelah mengetahui masalah dimlutq. Aq pun g bs bayangin apa yang terjadi padaku jika aq g nyabut ni gigi, so, saat itu, aq putuskan untuk BERANI menghadapi dokter gigi.
Huiuh… sampai disini, aq mo ngucapin makasih ke cDrg. Ana, makasih ya, dah mau repot2 membongkar isi mulutq.. dan menganalisa hingga berjam-jam.. ckckckck, salut aku..
Lanjut, setelah dluhur, aq ditraktir cDrg ana untuk scaling gigi gratis, dan disitu, saya dikenalkan pada temennya, yaitu mbak mila (aduh, kalo salah nama map ya, aq agak lupa). Yup, dan disitu, mulai deh aq di periksa…
Cegiiiiingg…. Cegiiiiiiiiiiiiiiiiiiing…. Rrrriiiingggg (kira-kira gitu deh suaranya) dan kupejamkan mata….
Kusampaikan pesan padanya, “mbak, tolong pelan-pelan ya…” trus Ku ucapkan “bismillahirrohmanirrohiiiim…” dan lagi… Cegiiiiingg…. Cegiiiiiiiiiiiiiiiiiiing…. Rrrriiiingggg
Suaranya emang menakutkan, tapi stelah nempel, ternyata g sakit. Rasanya kayak nyentuh gigi kita dengan ruji sepeda (dong…dong…dong….???? Sampai disini apa ada yang Tanya:”emang helmy penah nempelin gigi ke ruji sepeda?”)?????????????????
G usa dijawab ya, lanjut, pada dasarnya, alat itu bekerja sangat cepat, tinggal sentuh aja, karang gigi udah pada lepas.. cuman, untuk karang gigi yang udah terlalu dalam (terutama yang mepet dengan gusi) alat itu akat terasa sakiiiit. Tapi dokter gigi punya solusinya, yaitu pake alat manual, alat ini mirip tusuk gigi tapi dari besi, tinggal diukrik-ukrik bentar, karang gigi yang bandel bisa keluar..
Woke deh, stlah tu, gigi kita disikat pake mesin sikat gigi.. rasanya seger dan bersih banget…
Sensasisinya mirip kita gosok gigi tigapuluh tuju kali setelah mandi pagi… wuuiii, segernya…
Akhirnya, slese deh kunjungan helmy k RSG UGM.
Woke, sampe sini, aq mo pesen, bagi kalian yang males gosok gigi, kalian bisa menyiapkan Rp 50rb ke dokter gigi terdekat untuk sekali scaling, dijamin, perawatan mulut anda akan jauh lebih bersih dari pada gosok gigi biasa..
NB: biaya diatas bergantung pada suku bunga BI yang berlaku, ditambah biaya impor bahan baku flourade asli dan juga skala kebersihan mulut anda… hehehe
Sampe ketemu lagi… daaaaaaaaaaaaaaagghh!!!

Leave a Reply